Pemerataan Pendidikan

Strategi pemerataan dalam upaya pembangunan nasional di bidang pendidikan pernah dibicarakan pada suatu lokakarya nasional Unesco, dari tanggal 5 sampai dengan 9 Juli 1988, dengan mengambil tema National Workshop on Universal Primary Education for the Desadvantaged Population Group.

Inti dari lokakarya ini adalah mengupayakan berbagai bentuk pendidikan yang mungkin dilakukan untuk memberikan kesempatan belajar bagi sekelompok penduduk yang karena berbagai sebab belum ikut mengenyam pelayanan pendidikan yang tersedia.

Berdasarkan data yang ada, di Indonesia saat ini dari angka pelayanan pendidikan untuk penduduk yang berumur antara 7-12 tahun berkisar 97% lebih. Jumlah murid pada sekolah-sekolah dasar, negeri dan swasta menurut statistik pendidikan tahun 1986/87 berjumlah sekitar 26,5 juta. Sehingga kurang lebih 3% yang belum tertampung, yang diperkirakan meliputi satu juta jiwa, justru adalah golongan penduduk yang amat sulit untuk dijangkau. Seperti; penduduk yang tinggal di daerah terpencil, penduduk yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, penduduk yang bermukim di atas perahu sebagai nelayan, penduduk yang mempunyai kebudayaan eksklusif dan terisolasi, dan penduduk yang memiliki kelainan, baik fisik maupun mental.

Adanya variasi dan kondisi latar belakang seperti disebutkan di atas, maka pemerataan pendidikan itu dimungkinkan bilamana sistem pendidikan itu luwes dan memberikan ruang bagi pengambilan kebijaksanaan tingkat daerah. Dengan perkataan lain, konsep desentralisasi pendidikan juga akan memberikan dukungan kuat bagi tercapainya strategi pemerataan dalam pendidikan.

0 Response to "Pemerataan Pendidikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel